5 Pertanyaan Yang Harus Anda Jawab Sebelum Menikah Bagian 2

Nahh melanjutkan sesi artikel sebelumnya, kali ini kami akan melanjutkan pembahasan mengenai pertanyaan sebelum menikah bagian 2. Jika belum baca bagian ke-1 silahkan baca disini. Dengan lanjutan ulasan ini semoga anda semakin paham dan mempunyai bekal pengetahuan sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan.
pertanyaan sebelum menikah
1. Apakah aku siap menjadi bagian dari keluarga besarnya?
Pertanyaan ini perlu anda pikirkan secara matang. Apakah dirimu benar-benar siap menjadi bagian dari keluarganya?. Menikah bukan sekedar menjalin ikatan hubungan antara lelaki dan perempuan saja, akan tetapi menjalin hubungan dengan keluarga besar. Anda perlu memahami kekurangan dari keluarganya karena jika tidak, kebahagiaan tidak akan didapat seutuhnya. Percuma jika hanya ingin bahagia dengan pasangan anda tapi menolak orang tuanya karena berbagai hal.
Sejatinya menikah itu mempersatukan dua keluarga besar. Pikiran jangan hanya tertumpu pada dia saja. Anda perlu mengetahui bahwa menjadi bagian utuh dari kelaurga besarnya merupakan hal penting karena ini akan menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya berumah tangga. Anda harus berusaha berinteraksi dengan mertua tanpa ada paksaan. 
2. Siapkah aku punya anak?
Memiliki anak merupakan kebahagian yang sempurna karena sekarang ini masih banyak pasangan yang belum diberi karunia keturunan. Namun tidak semua pasangan siap untuk memiliki anak? Sebagian berpikir mengurus anak ribet, butuh biaya banyak atau waktu kerja terasa terganggu. Anda perlu memikirkan hal ini, apakah anda siap untuk punya anak kemudian mendidik dan mengurusnya hingga dewasa?. Kesiapan yang dibutuhkan tidak hanya mengenai pendidikan tetapi mental, fisik, spiritual dan finansial. Terkadang ada memiliki anak yang tidak sesuai dengan perencanaan anda. 
Jika anda menjadi calon istri, apakah anda siap untuk melahirkan bayi dengan segala resiko? Apakah anda rela jika waktu,pikiran dan tenaga anda dicurahkan kepada sang anak?. Ketika masih kecil anak tentunya akan sangat lengket dengan ibunya, sedikit-sedikit merengek untuk minta digendong atau dipapah. Waktu 24 jam anda akan difokuskan untuk keperluan anak.
Jika anda akan menjadi calon suami, apakah anda siap mengurus segala kebutuhan istri. Apakah anda siap berkorban apapun ketika istri hamil hingga menjalani persalinan? Setelah istri melahirkan, waktu untuk mengurus bayi tentu akan termakan juga. Ketika sang anak tengah sakit, anda harus rela menanggalkan pekerjaan anda terlebih dahulu demi dia. Tidak bisa anda serahkan begitu saja kepada istri karena mengurus anak merupakan tanggung jawab berdua.
3. Siapkah aku menjalani hidup bersamanya?
Setelah menikah, apakah anda sudah siap menjalani kehidupan bersamanya walaupun halang dan rintang menghadang? Akan banyak situasi yang tidak terduga setelah menikah. Jika sebelum menikah anda mungkin lebih banyak mendapatkan kebahagiaan, namun setelah menikah bisa sebaliknya. Sebelumnya anda juga tidak melihat ada kekurangan darinya, tetapi setelah menikah ternyata anda menemukan banyak kekurangan darinya. Tentu hal ini harus anda pikirkan secara matang agar tidak ada keraguan sebelum melanjutkan jenjang pernikahan. 
Pertanyaan selanjutnya mengenai point ke-3 ini adalah apakah anda siap menghadapi segala tantangan hidup bersamanya? Mulai dari permasalahan ekonomi, permasalahan dengan mertua bahkan dengan istri sendiri? Mampukah kamu mengalah demi keluarga? Menikah bukan sekedar mendapatkan hal-hal yang menyenangkan saja, tentu akan mendapatkan hal yang tidak sesuai harapan. 
4. Mampukah menyesuaikan diri sesuai harapannya?
Pertanyaan berikutnya adalah, siapkah anda menyesuaikan diri dengan harapannya? Kita tahu, harapan adalah yang membuat hidup kita menjadi bersemangat. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga, tentu ada sejumlah harapan yang ingin diwujudkan. Termasuk harapan yang diinginkan ada pada diri pasangan.
Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah anda menyesuaikan diri sesuai harapanya? Setiap orang memiliki harapan karena inilah yang membuat hiudp semakin bersemangat. Demikian juga harapan setelah menikah. 
Bisa saja dalam berumah tangga pasangan anda kecewa karena harapan tidak terpenuhi. Anda tidak bisa semerta-merta menuntut dia menyesuaikan harapan anda. Malah andalah yang berusaha untuk meyesuaikan harapannya. Perlu diketahui bahwa anda tidak bisa mengatakan “diriku ini ya diriku, ga bisa sama denganmu”. Pernyataan seperti ini cocok untuk para lajang. Beda jika sudah menikah. Anda perlu bersinergi bersama pasangan. Memang ini bukan hal yang mudah, tapi jika dinikmati dengan ikhlas maka akan penyesuaian diri akan terbentuk seiring waktu.
5. Mampukah aku mengelola rumah tangga kelak?
Mengelola rumah tangga itu perpaduan antara teori, seni dan pengalaman. Tentu saja ada sejumlah teori pengelolaan rumah tangga, namun ia bukan sekedar teori, namun suatu seni yang diperkaya dengan pengalaman. Pada kenyataannya kondisi hidup berumah tangga itu selalu penuh dinamika, karena situasi yang dihadapi setiap hari selalu berbeda-beda. Keluarga yang baru saja dibentuk dengan pernikahan, situasinya berbeda dengan ketika mulai ada janin di perut istri. Keluarga dengan bayi kecil berbeda dengan saat anak sudah remaja dan dewasa.
Mengelola rumah tangga memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Ini perlu proses yang berkelanjutan. Aktivitas ini tidak hanya membutuhkan teori saja, akan tetapi butuh pengalaman yang terus-menerus. Kenyataannya, hidup berumah tangga penuh dengan dinamika karena setiap hari akan terus berbeda peristiwanya. Pengantin baru tentu berbeda dengan yang sudah menjalani rumah tangga selama 5 tahun. 
Mengurus 1 anak dengan 4 anak tentu berbeda. Mendidik anak yang masih sekolah dengan yang sudah kuliah juga berbeda porsinya, begitu seterusnya. Setiap hari akan terus berubah keadaanya. Tidak hanya itu, pengelolaan keuangan juga menjadi hal yang penting. Anda akan berurusan dengan pemasukan dan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Bagaimana untuk mengelola biaya pendidikan anak, dana kebutuhan pokok, bayar pajak dan lainnya. Masih banyak hal yang akan dikelola setelah menikah. apakah anda sudah siap dengan semua ini?.
Nahh itu beberapa pertanyaan yang bisa anda jawab sendiri. Silahkan dipikirkan secara matang sehingga kamu tidak terburu-buru mengambil langkah.

Leave a Reply