Sukses Wawancara Kerja Meskipun Baru Lulus Kuliah

            Setelah menyelesaikan studi, tentu semua orang ingin segera melamar pekerjaan impian mereka. Setiap tahunnya, banyak sekali para lulusan muda atau yang seringkali disebut para fresh graduates yang gagal beberapa kali dalam melamar pekerjaan. Memang menjadi sesuatu yang wajar jika perusahaan, terutama perusaahaan besar menginginkan karyawan yang tidak hanya cakap dan pandai, tapi juga memiliki pengalaman mengenai pekerjaan yang dilamar. Namun, bukan berarti fresh gradutes tidak bisa lolos wawancara kerja, lho.

            Kebanyakan para fresh graduates, belum tau hal-hal penting yang harus dipersiapkan dalam mengahadapi wawancara kerja. Tidak survey, atau tidak mengetahui terlebih dahulu seluk beluk pekerjaan dan tipe perusahaan yang akan diselami. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai berbagai kiat-kiat agar Anda bisa sukses dalam wawancara kerja meskipun baru lulus kuliah, selamat membaca !.

Pakaian untuk Wawancara Kerja

            Pilihan pakaian untuk digunakan saat wawancara kerja seringkali membingungkan banyak orang. Terlalu banyak pilihan, atau bahkan tidak ada ide sama sekali. Alhasil, akhirnya jadilah memakai kemeja putih polos dan bawahan kain bahan agar sesuai standar pada umumnya. Tetapi tahukah Anda bahwa sebenarnya pakaian yang Anda gunakan bisa mencerminkan kepribadian ?. Hanya dari pakaian saja, seseorang bisa terlihat dengan suasana mood yang berbeda.

Kebanyakan orang takut dan kurang percaya diri untuk memakai baju yang “tidak biasa” ketika menghadiri wawancara kerja. Memang, amannya orang akan memilih kemeja putih polos dan bawahan hitam non jeans agar terlihat rapi. Padahal, banyak sekali pilihan outfit yang lebih fresh, menarik dan membuat Anda tampak berbeda dari pelamar yang lainnya.

Pakaian dengan pattern dan warna-warna old seperti gambar di atas ini sangat cocok bagi Anda yang melamar pada bagian perusahaan yang cukup serius. Pakaian bermodel seperti ini memberi kesan santai, namun tetap classy dan rapi.

Lain halnya jika Anda melamar pada perusahaan desain, atau wedding organizer, mungkin outfit casual seperti ini akan membuat Anda tampak lebih stunning. Kemeja yang dipadukan dengan sweater ini tidak hanya bagus dikenakan pria, tetapi juga para wanita.

Nah, ini adalah opsi bagi Anda yang berhijab. Sebagai karyawan kantor, tentu Anda dituntut untuk tampil rapi dan tidak ribet. Hindari mengenakan rok seperti gamis, karena akan membentuk persepsi sendiri bagi penampilan Anda. Outfit seperti gambar di atas ini mungkin bisa menjadi inspirasi. Blazer yang dipadukan dengan bawahan bahan, dan pashmina. Looks so fabulous !.

Bagi para lelaki yang ingin tetap tampil aman, gaya baju satu ini bisa jadi andalan. Bermainlah dengan motif dasi Anda agar memberi warna dan sedikit kesan pada penampilan Anda. Bagi para wanita, Anda bisa mengganti dasi dengan scarf bermotif yang unik, simple namun tetap cantik.

Sikap ketika Wawancara Kerja

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat wawancara kerja. Tidak hanya ketika di wawancara, namun juka perilaku dan sikap Anda sebelum masuk ke ruangan.

Ramah dan akrablah dengan sesama pelamar lainnya. Mungkin akan terdengar sangsi. Tapi ada lho perusahaan yang memperhatikan hal ini, tanpa disadari para pelamarnya. Ramah dengan orang lain bisa menunjukkan pribadi Anda yang supel dan mudah beradaptasi.

Jangan tegang. Makanlah permen jika memang perlu untuk menenangkan diri. Hindari menatap gadget pada masa tunggu, berinteraksi dan mulailah mengenali lingkungan tempat Anda diwawancarai.

Ketika dipanggil untuk masuk ke ruangan, tetaplah mengetuk pintu. Ucapkan salam dan permisi. Hal sederhana ini bisa memperlihatkan kesederhanaan dan kesopanan Anda. Jangan langsung duduk di kursi ketika belum disuruh. Berinisiatiflah untuk bertanya dengan memberi kode kecil seperti lirikan mata hingga interviewer memersilahkan Anda.

Jabat tangan interviewer Anda dan tersenyumlah dnegan ikhlas. Ilangkan semua pikiran negatif dan tenangkan diri Anda. Duduklah dnegan agak tegak namun tidak diuat-buat. Hindari duduk terlalu dekat dengan interviewer, hal ini akn membuat Anda terkesan sombong dan terlalu percaya diri.

Ketika menjawab pertanyaan, jangan takut untuk memberi kontak mata. Ungkapkan jawaban Anda dengan mantap, biarkan mata Anda dan gestur berbicara berdampingan. Ini akan sangat berpengaruh. Para interviewer seringkali menilai calon karyawan dengan tingkat percaya diri mereka. Bagaimana mereka bisa persuasif terhadap dirinya dan menceritakan dnegan antusias.

Barang-Barang yang Harus Dibawa Ketika Wawancara Kerja

            Sebelum berangkat untuk wawancara kerja, ada baikya Anda mempersiapkan berbagai dokumen penting yang mungkin akan dibutuhkan ketika proses wawancara. Beberapa hal yang harus Anda bawa ketika wawancara adalah sebagai berikut :

  • Curriculum Vitae
  • Ijazah legalisir
  • Sertifikat pelatihan atau lainnya yang menunjang pekerjaan Anda
  • P3K ringan seperti minyak kayu putih, tissue, dan obat maag. Mencegah hal yang buruk terjadi ketika menunggu waktu interview, sebaiknya Anda mempersiapkan segala kemungkinan.
  • Air minum. Ini adalah salah satu yang terpenting. Terkadang, ketika giliran interview hampir jatuh pada Anda, seringkali karena terlalu grogi, tenggorokan seperti tercekat. Nah, air putih bisa membantu Anda untuk melegakan dan mengurangi grogi.
  • Sempatkan untuk menyisipkan bolpoin dalam tas Anda. Meskipun sepele, siapa tau ketika wawancara Anda langsung bisa menandatangani kontrak atau lainnya. Kesan pertama ketika Anda mengeluarkan bolpoin sendiri seperti Anda adalah seseorang yang bisa menimbang kemungkinan dan “sedia payung sebelum hujan”.

Persiapan Jawaban dari Pertanyaan Wawancara Kerja

Penting bagi para calon pegawai untuk mengetahui karakter perusahaan tempatnya melamar. Dengan begitu, ketika ditanya interviewer mengenai seluk beluk perusahaan, Anda tidak kaget dan bisa menjawab dengan lancar. Melalui internet, Anda bisa mencari review perusahaan, bahkan pengalaman interview seseorang di perusahaan tersebut.

Sebelum melakukan interview, sempatkan waktu untuk membaca beberapak kemungkinan pertanyaan. Tidak hanya membaca, tetapi juga mempersiapkan jawabannya. Beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam interview kerja misalnya mengenai pengalaman hidup, pengalaman organisasi, pertanyaan psikologi basis yang menguak semua cerita tentang diri Anda. Kemudian pertanyaan mengenai sejauh mana Anda mengenal perusahaan, dan mengenal posisi yang Anda lamar.

Hal lain yang sering ditanyakan adalah ekspektasi gaji. Berapa gaji yang Anda harapkan ketika bekerja. Ketika dihadapkan dengan pertanyaan ini, orang seringkali bingung menjawabnya. Banyak yang pasrah, atau mematok gaji terlalu tinggi. Untuk pemula, atau fresh graduate, Anda bisa menjawabnya dengan rendah hati. Katakanlah bahwa Anda bersedia digaji sesuai dengan kualitas dan kualifikasi Anda dalam beberapa waktu. Setelah itu, barulah Anda akan mengharapkan gaji yang cukup, setidaknya UMR untuk cukup menghidupi diri.

Itulah tadi beberapa kiat dan tips bagi para fresh graduate agar tidak kalah saing dalam dunia kerja. Ingatlah bahwa bekerja tidak hanya membutuhkan otak yang pintau atau IPK tinggi, tetapi juga kepribadian dan skill yang memadai. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi inspirasi bagi Anda, sampai jumpa di artikel yang selanjutnya !.